Tips Menjaga Kesehatan Jantung
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menghitung bahwa penyakit jantung adalah penyebab satu dari empat kematian di negara Amerika. Penyakit tersebut masih menjadi penyebab utama kematian pada pria maupun Wanita, dengan lebih dari 647.000 individu setiap tahun.
Apa Saja Makanan yang Baik untuk Kesehatan Jantung?
Jantung merupakan organ vital seukuran kepalan tangan yang terletak sedikit ke bagian kiri dada dan dilindungi oleh tulang dada. Jantung memiliki peran penting sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh melalui arteri dan vena.1 Oleh karena itu, menjaga kesehatan jantung Anda sangatlah penting.
Pentingnya Olah Raga Untuk Kesehatan Jantung Anda
Jantung Anda terdiri atas otot, yang akan bertambah kuat dan sehat saat Anda menjalani gaya hidup aktif. Tidak ada kata terlambat untuk mulai berolahraga, dan Anda tidak harus menjadi seorang atlet untuk melakukannya. Bahkan 30 menit jalan cepat per hari dapat membuat perbedaan yang signifikan.Ini akan terbayar setelah Anda memulai. Orang yang tidak berolahraga mempunyai peningkatan risiko hampir dua kali untuk terkena penyakit jantung.1
Penyakit Jantung Koroner: Fakta dan Mitos
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 di Indonesia, angka kejadian penyakit jantung semakin meningkat setiap tahunnya dengan jumlah 15 dari 1.000 orang Indonesia menderita penyakit jantung seperti jantung koroner atau jantung iskemik salah satunya.1
Aritmia
Detak jantung yang tidak teratur dikenal sebagai aritmia. Aritmia ditunjukan dengan adanya ritme jantung yang tidak normal. Jantung tampak seolah-olah "berdebar", berhenti berdetak, atau berdetak dengan ritme yang cepat. Jantung dapat berdetak terlalu lambat (bradikardia) atau terlalu cepat (takikardia).
Makanan Instan Menjadi Penyebab Autisme?
Autisme adalah gangguan yang mencakup berbagai kondisi termasuk keterampilan sosial, perilaku berulang, dan komunikasi bicara dan nonverbal. Hal ini berkaitan dengan fungsi kerja otak dan tubuh. Kepekaan sensorik dan masalah medis lainnya, seperti kejang dan gangguan gastrointestinal, sering menyertai kondisi ini.2
Sindrom Moebius
Sindrom Moebius adalah kondisi neurologis langka yang dapat mempengaruhi beberapa saraf kranial, terutama yang mengontrol otot-otot wajah. Saraf kranial keenam dan ketujuh biasanya tidak ada sejak lahir. Saraf ini hilang pada sindrom Moebius, yang mengakibatkan kelumpuhan wajah yang dapat dikenali dan gejala lainnya.1
Saraf Terjepit
Saraf terjepit adalah saraf yang mengalami tekanan (kompresi). Jaringan di sekitar akar saraf dapat menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan kesemutan di berbagai bagian tubuh Anda. Sebagian besar saraf terjepit dimulai di leher (radikulopati serviks), punggung tengah atas (radikulopati toraks), atau punggung bawah (radikulopati lumbal). Saraf terjepit juga dapat terjadi pada area tangan, dan siku. Jika terjadi pada area pergelangan tangan akan menyebabkan carpal tunnel syndrome (CTS).1
Apa Itu Bell’s Palsy?
Bell's palsy adalah penyakit di mana otot-otot di satu sisi wajah tiba-tiba melemah. Kelemahan sering mereda selama beberapa minggu dan hanya sementara. Senyum terjadi hanya dari satu sisi saja sehingga menyebabkan mata di sisi yang sakit mengalami kesulitan untuk menutup. Kondisi ini dapat terjadi pada usia berapa pun. Penyebab pasti tidak diketahui. Menurut para ahli, saraf yang mengontrol otot-otot di satu sisi wajah mengalami pembengkakan dan peradangan. Ini bisa disebabkan oleh respons yang mengikuti infeksi virus.1
Peran Bidan Dalam Membantu Mencegah Stres Pada Ibu
Peran bidan dalam dunia medis sama pentingnya dengan tenaga kesehatan lainnya, karena kesehatan ibu selama kehamilan, persalinan dan menyusui harus dipantau dan dikelola dengan cermat. Tidak hanya dukungan untuk kesehatan fisik, tetapi juga perlu memperhatikan dukungan mental agar ibu tetap tenang dan bahagia selama kehamilan dan menyusui eksklusif. Lalu apa peran bidan dalam hal ini? Simak ulasan lengkapnya.
Pengaruh Narkoba Pada Otak dan Sistem Saraf Manusia
Berdasarkan laporan Narkoba Dunia oleh the United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) tahun 2021, sekitar 275 juta orang telah menggunakan narkoba diseluruh dunia, sementara lebih dari 36 juta orang menderita gangguan penggunaan narkoba.1 Di Indonesia sendiri peningkatan yang dialami pada 2021, sebesar 0,15 persen atau 3,66 juta jiwa berdasarkan survey dari Badan Narkotika Nasional (BNN).2