MALARIA MASIH ADA: MENGAPA PENYAKIT INI BELUM HILANG?

Nyamuk merupakan vektor berbagai penyakit, salah satunya malaria. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi parasit Plasmodium sp. yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina, terutama pada waktu senja hingga pagi hari. Setelah masuk ke dalam tubuh, parasit berkembang biak di hati dan kemudian menginfeksi sel darah merah.

Selengkapnya

Glaukoma: Si Diam yang Membutakan

Glaukoma dikenal sebagai “pencuri penglihatan” karena berkembang perlahan tanpa gejala awal yang jelas hingga menyebabkan kerusakan permanen pada saraf optik. Menurut Kementerian Kesehatan RI dan WHO, glaukoma merupakan penyebab kebutaan permanen terbesar kedua di dunia setelah katarak, dengan sekitar 80 juta penderita secara global.

Selengkapnya

Campak: Bukan Sekadar Ruam Biasa

Banyak orang masih menganggap campak sebagai penyakit kulit ringan yang hanya menyebabkan ruam merah dan gatal. Padahal, campak merupakan infeksi virus paramyxovirus yang sangat menular dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak. Meskipun program imunisasi Campak–Rubela (MR) telah meluas di Indonesia, kasusnya masih muncul setiap tahun. Ini menegaskan bahwa campak tetap menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang perlu kita waspadai bersama.

Selengkapnya

PERBEDAAN AIR MINERAL DAN DEMINERAL

Air adalah komponen utama tubuh manusia, dengan proporsi lebih dari 50%. Oleh karena itu, kebutuhan cairan harian sangat penting untuk menjaga metabolisme, fungsi organ, dan kesehatan secara keseluruhan. Sumber utama cairan biasanya berasal dari air minum, baik yang dimasak maupun air kemasan. Air kemasan umumnya menonjolkan kandungan mineral alaminya, namun ada juga produk yang melalui proses penghilangan mineral sehingga disebut air demineral.

Selengkapnya

Puasa Tapi Tetap Produktif? Begini Cara Mengatasi Ngantuk dan Lemas di Jam Kerja

Saat menjalankan puasa Ramadan, banyak orang merasakan ngantuk dan lemas, terutama pada jam kerja. Kondisi ini dapat menurunkan fokus dan produktivitas. Namun, dengan pola makan yang tepat dan kebiasaan sederhana, Anda tetap bisa bekerja secara optimal. Artikel berikut membahas penyebab rasa kantuk saat berpuasa serta strategi praktis untuk mengatasinya.

Selengkapnya

Jantung Sehat untuk Hidup Berkualitas

Tubuh manusia terdiri dari berbagai organ yang saling mendukung aktivitas sehari-hari. Salah satu organ vital adalah jantung, yang berfungsi memompa darah berisi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. 

Selengkapnya

Hubungan Emosi dengan Kesehatan Jantung (Heart-Mind Connection)

Emosi negatif seperti marah, cemas, atau takut memicu pelepasan hormon adrenalin dan kortisol. Kedua hormon ini meningkatkan tekanan darah, mempercepat detak jantung, dan menambah beban kerja sistem kardiovaskular. Sebaliknya, emosi positif seperti rasa syukur dan kebahagiaan menurunkan kadar hormon stres, menstabilkan tekanan darah, serta menjaga keseimbangan sistem saraf otonom. Hal ini menunjukkan bahwa jantung bukan hanya organ fisik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis.

Selengkapnya

AWAL TAHUN LEBIH SEGAR DENGAN TIDUR BERKUALITAS TANPA JET LAG

Euforia tahun baru bersama keluarga dan orang-orang terdekat terkadang masih terasa setelah beberapa hari. Salah satu efek yang biasanya dirasakan adalah perasaan lelah untuk melakukan berbagai aktivitas. Padahal, tahun baru harusnya menjadi awal yang lebih baik untuk memulai hidup yang lebih sehat. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menjadi lebih sehat adalah dengan mengatur waktu tidur yang lebih berkualitas agar awal tahun bisa lebih segar dan terhindar dari jet lag.

Selengkapnya

Hormon Kortisol dan Endorfin Keseimbangan Emosional dalam Tubuh

Hormon kortisol dan endorfin berperan penting dalam menjaga keseimbangan emosi serta kondisi fisik tubuh. Saat stres meningkat, kadar kortisol sebagai hormon stres cenderung melonjak, sementara endorfin atau hormon bahagia menurun drastis. Kondisi ini sering mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga perlu dipahami gejala, penyebab, dampak, dan cara mengatasinya.

Selengkapnya

Kenali Influenza: Gejala, Risiko, Dan Cara Mencegahnya

Influenza (sering disebut "flu") adalah infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza jenis A, B, C, atau D. Berbeda dengan pilek biasa (common cold) yang disebabkan oleh rhinovirus, influenza berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak di bawah 5 tahun, lansia di atas 65 tahun, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis.

Selengkapnya

Si Perusak Liburan, Awas Traveler’s Diarrhea!

Secara global, gangguan saluran cerna sering dialami wisatawan saat bepergian atau berlibur. Kondisi ini dikenal sebagai traveler’s diarrhea. Artikel ini akan membahas mengenai penyebabnya terjadinya, gejala yang perlu diwaspadai, serta tips penanganan agar liburan tetap nyaman tanpa terganggu.

Selengkapnya

Lemak Tak Segurih Rasanya

Pola makan modern sering dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol darah, yang berpotensi memicu penyakit degeneratif seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans menjadi faktor utama penyebabnya. Oleh karena itu, para ahli kesehatan menganjurkan membatasi atau menghindari makanan kaya akan lemak jenuh dan lemak trans dalam kebiasaan makan sehari-hari demi menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Selengkapnya