Pernah membuka media sosial dengan niat hanya beberapa menit, tetapi tanpa sadar satu jam berlalu begitu saja? Awalnya hanya ingin mencari informasi terbaru, namun yang muncul justru rentetan berita negatif yang membuat pikiran semakin penuh. Jika Anda pernah mengalaminya, bisa jadi Anda sedang mengalami doomscrolling. Di era digital saat ini, akses informasi memang semakin mudah. Namun, paparan berita negatif secara terus-menerus dapat membuat pikiran lelah, meningkatkan kecemasan, bahkan mengganggu waktu istirahat dan produktivitas sehari-hari.
Apa Itu Doomscrolling?
Doomscrolling adalah kebiasaan terus-menerus membaca atau mencari berita dan konten negatif di internet, meskipun informasi tersebut menimbulkan perasaan tidak nyaman seperti cemas, takut, sedih, atau khawatir. Fenomena ini sering muncul ketika seseorang menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian, misalnya saat terjadi bencana alam, konflik, atau krisis kesehatan. Dorongan untuk mengetahui perkembangan terbaru membuat seseorang terus mencari informasi, meski pada akhirnya justru merasa semakin terbebani.
Mengapa Kita Terjebak dalam Doomscrolling?
Ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami doomscrolling:
- Rasa Ingin Tahu yang Tinggi: Ketika terjadi situasi yang mengkhawatirkan, wajar jika kita ingin mengetahui perkembangan terbaru. Keinginan untuk selalu up-to-date sering kali membuat kita terus-menerus membuka media sosial atau portal berita.
- Mencari Kepastian di Tengah Ketidakpastian: Saat situasi terasa tidak pasti, mencari informasi memberikan ilusi kontrol dan ketenangan. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan ini justru memperparah kecemasan.
- Pengaruh Algoritma Media Sosial: Algoritma media sosial dirancang untuk menampilkan konten serupa dengan yang sebelumnya kita lihat. Akibatnya, setelah membaca satu berita negatif, sistem akan terus menyajikan berita senada sehingga semakin sulit bagi kita untuk berhenti menggulir layar.
Ketika Berita Negatif Mulai Menguras Pikiran
Mencari informasi adalah hal yang penting. Namun, ketika terlalu banyak terpapar berita negatif, pikiran dapat mengalami kelelahan mental. Seseorang mungkin merasa lebih cemas, stres, mudah khawatir, dan sulit merasa tenang. Tidak hanya memengaruhi suasana hati, doomscrolling juga dapat membuat seseorang terus memikirkan informasi negatif yang telah dibacanya. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan produktivitas, menghambat aktivitas sehari-hari, bahkan memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
Oleh karena itu, penting untuk memberi ruang bagi pikiran untuk beristirahat, sama pentingnya dengan kebutuhan kita untuk tetap memperoleh informasi terbaru.
Tanda-Tanda Seseorang Mulai Terjebak dalam Doomscrolling
Seseorang mulai terjebak dalam doomscrolling jika:
- Sulit berhenti menggulir meskipun sudah merasa lelah.
- Terus mencari informasi atau berita negatif terbaru.
- Tidak menyadari waktu berlalu saat menggunakan media sosial.
- Merasa cemas, takut, marah, atau kesal setelah membaca berita.
- Mengabaikan waktu istirahat atau aktivitas lain karena ingin terus mengikuti berita.
Jika kebiasaan tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau membuat Anda merasa kewalahan secara emosional, penggunaan media sosial perlu mulai dikendalikan.
Cara Menghentikan Kebiasaan Doomscrolling
Anda tidak harus langsung berhenti total menggunakan media sosial. Mulailah dengan beberapa langkah praktis berikut:
- Batasi waktu penggunaan media sosial: Tetapkan durasi khusus untuk scrolling dan membaca berita agar tidak berlebihan.
- Pilih sumber informasi terpercaya: Pastikan berita berasal dari media yang kredibel dan hindari menyebarkan berita yang belum terverifikasi.
- Kenali respons emosional Anda: Jika mulai merasa cemas atau kewalahan, segera letakkan ponsel dan beristirahat sejenak.
- Alihkan dengan aktivitas fisik atau sosial: Lakukan aktivitas positif seperti berolahraga, membaca buku, atau berinteraksi langsung dengan orang terdekat.
- Tentukan waktu khusus membaca berita: Hindari mengecek berita terus-menerus sepanjang hari agar pikiran memiliki jeda untuk beristirahat.
Tetap Update Tanpa Harus Terjebak
Mencari informasi itu penting, tetapi jangan sampai mengorbankan kesehatan mental. Batasi waktu, pilih sumber terpercaya, dan beri kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat agar Anda tetap berwawasan tanpa harus terjebak dalam doomscrolling.
Referensi:
- 1. Adam, P. Doomscrolling dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental. Psikologi UI. Diakses pada tanggal 20 Agustus 2026. https://psikologi.ui.ac.id/2026/01/15/doomscrolling-dan-dampaknya-bagi-kesehatan-mental/
- 2. Adrian, K. Mengenal Doomscrolling dan Bahaya yang Mengintai. Alodokter. 12 November 2024. https://www.alodokter.com/mengenal-doomscrolling-dan-bahaya-yang-mengintai
- 3. Redaksi Halodoc. Mengenal Doomscrolling dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental. Halodoc. 09 Juni 2026. https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-doomscrolling-dan-dampaknya-terhadap-kesehatan-mental?srsltid=AfmBOooRto4x2WR5Whr3ZpwPlNRK_oht2-7nCqb-UHmtXF7GylwaTCE1
- 4. Sepasthika, A. Fenomena Doomscrolling: Benarkah Membaca Berita Negatif Terus-Menerus Dapat Membuat Kita Lelah Secara Mental?. UKP Psikologi UGM. 23 Juli 2025. https://ukp.psikologi.ugm.ac.id/2025/07/23/fenomena-doomscrolling-benarkah-membaca-berita-negatif-terus-menerus-dapat-membuat-kita-lelah-secara-mental/