
Di Indonesia hari ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember. Biasanya peringatan hari ibu dilakukan dengan makan malam bersama keluarga, memberikan hadiah istimewa kepada ibu, serta pergi liburan keluar kota bersama ibu. Semua hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kasih sayang anggota keluarga terhadap ibu yang peranannya dalam keluarga tidak dapat diabaikan. Menjadi seorang ibu memang bukan perkara mudah, selain berperan untuk merawat anak dan segenap anggota keluarga, beberapa orang ibu juga berperan sebagai kepala keluarga, bahkan berperan sebagai seorang pekerja. Pada kondisi normal, berbagai peranan tersebut dapat dijalani oleh seorang ibu dengan baik, namun menjalani berbagai peranan tersebut di tengah pandemi Covid 19 seperti sekarang ini membawa tantangan tersendiri bagi para ibu.
Pandemi yang diakibatkan Covid 19 ini memang telah mengubah banyak kegiatan yang biasa dilakukan, mulai dari kegiatan belajar mengajar di sekolah, hingga kegiatan perkantoran yang lebih banyak dilakukan dari rumah atau yang dikenal dengan istilah work from home. Berubahnya kebiasaan ini berdampak besar pada peran ibu, para ibu mendapatkan beban terbesar dalam melakukan pekerjaannya di tengah pandemi Covid 19. Seorang ibu dituntut harus pintar membagi waktu dalam mengerjakan urusan pekerjaan, urusan anak, hingga urusan rumah tangga. Situasi seperti ini dapat membuat ibu merasa kelelahan hingga mengalami stres.
Secara teori, menurut dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ, wanita sebenarnya lebih mampu mengendalikan stress dibandingkan laki laki, hal tersebut berkaitan dengan tingginya hormon estrogen dalam tubuh yang berfungsi memblokir efek negatif stres di otak. Wanita juga lebih tahan terhadap stres dari pada laki-laki karena kadar hormon laki-laki mudah berubah, sehingga emosi laki-laki pun mudah naik turun. Namun, menariknya wanita yang seharusnya lebih stabil secara emosional justru menjadi lebih emosional.
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih rentan mengalami stres, salah satu diantaranya yaitu terkait kesehatan fisik. Secara umum, wanita tidak begitu memperhatikan kondisi tubuhnya, misalnya ketika sakit, wanita lebih sering mengabaikan penyakit tersebut hingga akhirnya menjadi tambah parah dan menyebabkan wanita lebih rentan mengalami stress. Selain itu, wanita cenderung lebih pemikir dibandingkan laki-laki. Wanita sering memikirkan sesuatu secara berlebihan, sehingga membuatnya rentan mengalami stres.
Menjaga diri agar tidak mudah stress merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh wanita selain menjaga kesehatan fisik karena kedua hal tersebut saling berhubungan. Menjaga diri agar tidak stres juga harus dilakukan oleh wanita karena stress dapat mempengaruhi kesehatan mental wanita tersebut. Mental wanita yang tidak sehat dapat menimbulkan banyak dampak negatif baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, misalnya lebih mudah sakit, pola asuh anak terganggu, hubungan suami-istri terganggu, serta kualitas hubungan keluarga menurun.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi stress selama pandemi Covid 19 sesuai dengan rekomendasi WHO, diantaranya adalah :
- 1. Berbincang dan berbagi cerita dengan orang-orang yang dipercaya dapat membantu mengurangi rasa tertekan yang dialami.
- 2. Menerapkan pola hidup sehat dengan asupan gizi yang cukup, pola tidur yang baik, olahraga.
- 3. Mengurangi kecemasan dengan membatasi paparan informasi yang membuat semakin merasa tertekan ataupun cemas dan takut.
- 4. Mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki untuk mengatur emosi selama masa pandemi Covid 19
- 5. Selama pandemi, lebih dianjurkan untuk tetap berada di rumah, sehingga dapat meminimalisir penyebaran virus dan kontak fisik dengan orang banyak.
Walaupun tidak mudah untuk menjalani tugas sebagai seorang ibu dimasa pandemi Covid 19 yang entah sampai kapan akan berlangsung, namun para ibu harus tetap kuat demi keluarga untuk melalui pandemi Covid-19 ini. Selalu jaga kesehatan fisik maupun mental untuk ibu-ibu hebat yang ada di dunia.
Selamat hari ibu…
(Medical Affairs)
Sumber Artikel:
Ika. https://www.ugm.ac.id/id/newsPdf/19396-pakar-kejiwaan-ugm-jelaskan-mengapa-wanita-rentan-stress .Diakses pada 17 desember 2020.
Ika.https://www.ugm.ac.id/id/berita/19150-cara-atasi-stress-selama-pandemi-covid-19. Diakses pada 17 desember 2020.
Muslim M. Manajemen Stress Pada Masa Pandemi Covid 19.Jurnal Manajemen Bisnis, Vol.23 No:2:2020.
Sumber Gambar :
https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2020/03/19/2dcde411-d46b-4f36-a577-9fb62fe79f99_169.jpeg?w=620