
Secara global, gangguan saluran cerna sering dialami wisatawan saat bepergian atau berlibur. Kondisi ini dikenal sebagai traveler’s diarrhea. Artikel ini akan membahas mengenai penyebabnya terjadinya, gejala yang perlu diwaspadai, serta tips penanganan agar liburan tetap nyaman tanpa terganggu.
Apa itu Traveler’s Diarrhea?
Diare bukanlah penyakit yang asing bagi banyak orang. Namun, tidak semua menyadari bahwa diare memiliki beberapa jenis, salah satunya adalah traveler’s diarrhea. Kondisi ini merupakan diare yang sering terjadi saat bepergian ke wilayah tertentu dan disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit, serupa dengan diare pada umumnya.
Diare ini bisa merusak momen liburan yang seharusnya menyenangkan karena dorongan buang air besar (BAB) berulang bisa menghambat aktivitas. Bagi traveler, penting untuk mewaspadai beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini.
Penyebab Traveler’s Diarrhea yang Wajib Diwaspadai
Traveler’s diarrhea sering terjadi saat bepergian, terutama ke luar negeri, karena perbedaan iklim, sanitasi, makanan, dan minuman. Tubuh juga rentan terpapar patogen baru yang belum dikenali sistem kekebalan.
Penyebab utama mencakup:
- Bakteri: Escherichia coli (ETEC) paling umum, diikuti Campylobacter jejuni, Shigella, dan Salmonella.
- Virus: Norovirus.
- Parasit: Giardia intestinalis dan Entamoeba histolytica.
Risiko meningkat pada perjalanan ke negara sanitasi buruk, musim tertentu, daya tahan tubuh rendah, penyakit penyerta, atau pengguna obat seperti antasida.
Gejala Traveler’s Diarrhea
Gejala biasanya muncul selama perjalanan dan membaik dalam 3–7 hari, meliputi:
- BAB cair ≥3 kali/hari.
- Kram perut, mual, muntah, dan demam.
Kasus berat bisa menyebabkan dehidrasi sedang hingga parah, demam tinggi, atau BAB berdarah. Segera konsultasi dokter jika gejala ini muncul.
Cara Mengatasi Traveler’s Diarrhea
Kebanyakan kasus sembuh sendiri tanpa obat khusus. Prioritaskan rehidrasi dengan air putih atau oralit untuk cegah dehidrasi.
Jika gejala berlangsung lama, dokter mungkin resepkan:
- Antimotilitas (misalnya loperamide) untuk kurangi BAB.
- Antibiotik jika infeksi bakteri terkonfirmasi.
Dosis disesuaikan kondisi pasien.
Cara Mencegah Traveler’s Diarrhea
Pencegahan adalah kunci agar liburan tetap menyenangkan. Lakukan langkah-langkah ini:
- Cuci tangan dengan sabun setelah ke toilet, sebelum/sesudah makan, atau kontak benda kotor.
- Pilih makanan matang dan higienis.
- Minum air kemasan tertutup.
- Hindari es dari sumber tak terjamin.
- Pastikan peralatan makan/gelas bersih.
Referensi:
1. Handayani, VV. Ketahui Penyebab Diare saat Traveling. Halodoc. 25 November 2020. https://www.halodoc.com/artikel/ketahui-penyebab-diare-saat-traveling?srsltid=AfmBOorHH3uw44vpJpJeJ3sIHyLe_DM3FAypGnkXk5sMzZwAFGDY5Xzw
2. Samiadi, LA. Diare Wisatawan. Hello Sehat. 09 November 2021. https://hellosehat.com/pencernaan/diare/diare-wisatawan/
3. Tim Medis Siloam Hospitals. Ketahui Penyebab Traveler’s Diarrhea dan Cara Menanganinya. Siloam. 19 Mei 2025. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/travelers-diarrhea-adalah
4. Yovita, NV. Kiat Mengatasi Gejala Traveler's Diarrhea. Klik Dokter. 03 Januari 2020. https://www.klikdokter.com/info-sehat/pencernaan/kiat-mengatasi-gejala-travelers-diarrhea?srsltid=AfmBOoqbse0J9WdGh0EHzLpdmKr_8RDsjM8aj30vU1Bl20pBXSzAtLAU