Revenge bedtime procrastination adalah perilaku seseorang yang secara sadar menunda waktu tidur untuk menikmati waktu bersantai atau me time setelah menjalani hari yang melelahkan, meskipun menyadari bahwa tidur cukup sangat penting bagi kesehatan. Fenomena ini umumnya terjadi pada individu yang merasa tidak memiliki cukup waktu pribadi di siang hari karena kesibukan pekerjaan, studi, atau tanggung jawab rumah tangga. Akibatnya, malam hari dijadikan ajang “balas dendam” dengan melakukan aktivitas favorit seperti menonton, bermain ponsel, atau menjelajahi media sosial.
Beberapa penyebab utama revenge bedtime procrastination antara lain stres berkepanjangan, tekanan pekerjaan, kelelahan mental (burnout), dan kurangnya kontrol terhadap jadwal harian.1,2,3
Apa Saja Gejalanya?
Gejala utama revenge bedtime procrastination adalah kebiasaan menunda tidur tanpa alasan medis yang jelas, bahkan ketika tubuh sudah merasa lelah dan mengantuk. Tanda-tandanya meliputi: 1,2,3
- Jam tidur yang terus mundur dari waktu ideal.
- Menggunakan waktu sebelum tidur untuk menggulir media sosial, menonton film, atau bermain game.
- Munculnya rasa bersalah setelah menyadari dampak kurang tidur keesokan harinya.
Meskipun sadar bahwa kebiasaan ini merugikan, seseorang tetap memilih melakukan aktivitas me time sebagai bentuk kompensasi atas tekanan atau kurangnya waktu pribadi di siang hari.
Bahaya dan Cara Mencegahnya
Dampak paling nyata dari revenge bedtime procrastination adalah kurang tidur kronis yang dapat menyebabkan:1,2,3
- Penurunan konsentrasi.
- Meningkatnya rasa Lelah.
- Gangguan suasana hati.
Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan ini berisiko memicu gangguan metabolisme, melemahnya sistem imun, gangguan mood seperti kecemasan dan depresi, serta meningkatkan risiko penyakit kronis seperti obesitas dan hipertensi.
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
- Menetapkan jam tidur yang konsisten setiap hari
- Membangun rutinitas malam yang menenangkan
- Membatasi penggunaan gawai minimal satu jam sebelum tidur
- Melakukan aktivitas pengelola stres di siang hari agar tidak menumpuk di malam hari
Revenge bedtime procrastination mungkin terasa seperti pelarian yang menyenangkan di tengah kesibukan, namun dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental tidak bisa diabaikan. Menyadari pola ini dan mulai mengelola waktu dengan lebih bijak adalah langkah awal untuk menjaga kualitas hidup secara menyeluruh. Ingatlah bahwa tidur bukan sekadar istirahat, melainkan kebutuhan dasar yang memengaruhi produktivitas, suasana hati, dan kesejahteraan jangka panjang. Jadi, yuk mulai prioritaskan tidur yang cukup demi tubuh dan pikiran yang lebih sehat!
Referensi:
1. Cristy Pane, Merry Dame. 9 Mengenal Revenge Bedtime Procrastination, Fenomena Psikologi tentang Begadang. 25 Agustus 2022. Alodokter. Tersedia di: https://www.alodokter.com/mengenal-revenge-bedtime-procrastination-fenomena-psikologi-tentang-begadang
2. Audina, Nika. Revenge Bedtime Procrastination: Arti, Tanda, dan Cara Mengatasi. 30 Desember 2022. Glints. Tersedia di: https://glints.com/id/lowongan/revenge-bedtime-procrastination-adalah/
3. Yosia ,dr. Mikhael. Revenge Bedtime Procrastination, Rela Tidur Telat Demi Bersantai. 02 Mei 2023. hellosehat. Tersedia di: https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/revenge-bedtime-procrastination/