
Hampir semua orang pernah mengalami sensasi menggelitik, seperti kebas atau mati rasa, dan seperti ditusuk-tusuk jarum, yang terasa di tangan atau kaki yang sering disebut sebagai kesemutan (parestesia) karena terasa seperti digerayangi ratusan semut di bawah kulit. Hal ini memang tidak sampai menimbulkan sakit, tetapi rasanya membuat tidak nyaman, terutama saat anggota tubuh tersebut digerakkan.
Parestesia umumnya timbul secara spontan dan seringnya terjadi di tangan, lengan, jari tangan, kaki, dan tungkai kaki. Namun, dapat terjadi di wajah atau anggota tubuh lainnya. Kesemutan adalah hal yang wajar terjadi pada siapapun dan bersifat sementara. Namun, pada beberapa kasus, kesemutan di tangan, kaki, wajah, atau anggota tubuh lainnya bisa terjadi secara berkelanjutan akibat kerusakan saraf atau gangguan pada sistem saraf pusat dan terkadang itu bisa menjadi pertanda masalah medis yang lebih serius.
Gejala parestesia umumnya terjadi pada tangan, lengan, kaki dan telapak kaki.Sensasi atau sakit yang ditimbulkan dapat bervariasi, seperti kebaslemah pada bagian tubuh tertentu, kesemutan, rasa panas atau seperti terbakar dan dingin. Parestesia dapat bersifat akut maupun kronis. Parestesia kronis dapat menyebabkan nyeri yang menusuk dan menyebabkan kelumpuhan.
Penyebab parestesia (kesemutan) terjadi karena tekanan pada saraf, tetapi ada kondisi lain yang dapat mengakibatkan parestesia seperti,
- cedera yang mengakibatkan kerusakan saraf,
- stroke atau stroke ringan, saraf kejepit, biasanya terjadi di daerah leher, bahu dan lengan yang diakibatkan penggunaan berlebihan atau cedera,
- Skiatika atau sciatica berupa tekanan pada saraf skiatik, yaitu saraf yang terletak di sepanjang panggul hingga kaki, yang umumnya terjadi saat kehamilan yang menyebabkan mati rasa dan nyeri di punggung dan kaki,
- Carpal-tunnel syndrome yaitu penyempitan saraf di daerah pergelangan tangan hingga telapak tangan yang menyebabkan kesemutan atau sensasi kebas pada tangan dan jari,
- Kurangnya konsumsi vitamin tertentu, seperti vitamin B12 yang baik untuk kesehatan saraf,
- Obat-obatan tertentu seperti antibiotik, obat HIV dan obat anti kejang serta beberapa jenis kemoterapi yang dapat mengganggu saraf.
- Diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2.
- Penyakit Autoimun
Diagnosis parestesia (kesemutan) pada beberapa kasus dapat hilang dengan sendirinya. Namun sebelum melakukan diagnosis, dokter biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan beberapa tes pemeriksaan fisik seperti: Tes Darah, studi konduksi saraf untuk mengetahui seberapa cepat saraf merespon impuls, Elektromiografi (EMG), Magnetic Resonance Imaging (MRI),MRI menggunakan magnet yang kuat dan gelombang radio untuk menampilkan citra organ tubuh khususnya yang mengalami gangguan atau kerusakan.
Untuk mencegah parestesia, hal yang dapat dilakukan diantaranya, menghindari gerakan yang berulang dan penekanan yang dilakukan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama, beristirahat setelah melakukan aktivitas yang melelahkan, menjaga postur tubuh yang baik misalnya tidak menyilangkan kaki dalam waktu yang lama, melakukan peregangan atau beristirahat setelah duduk dalam jangka waktu yang lama, menjaga berat badan ideal.
Perawatan parestesia dapat dilakukan dengan mengetahui penyebabnya mengobati penyebabnya biasanya membuat parestesia hilang atau lebih jarang terjadi. Jika Anda mengidap diabetes atau penyakit kronis lainnya sebaiknya melakukan check-up rutin untuk mengurangi risiko parestesia.
(Medical Affairs/NA)
Sumber : WebMD (2021). What Is Paresthesia?. https://www.webmd.com/brain/paresthesia-facts
Sumber Gambar : Sering Alami Sensasi Kesemutan? Ini Penjelasannya (notif.id)