Saat ini tren mengonsumsi makanan sehat semakin meningkat. Masyarakat sadar bahwa makanan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga perlu memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Jenis makanan ini dikenal sebagai pangan fungsional. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pangan fungsional adalah pangan olahan yang memiliki satu atau lebih komponen fungsional yang secara ilmiah memberikan fungsi biologi, tidak membahayakan, dan bermanfaat bagi kesehatan.1

Pembagian Pangan Fungsional

Secara umum, pangan fungsional dibagi menjadi dua jenis:2

Pangan fungisonal konvensional adalah pangan fungsional yang masih utuh atau diolah secara tradisional yang kaya akan nutrisi penting seperti serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Contohnya diantaranya:

- Buah-buahan seperti apel, jeruk, dan pisang.

- Kacang-kacangan sepertil almond, mete, dan kacang Brazil.

- Makanan dari laut seperti ikan salmon dan ikan teri.

- Makanan fermentasi seperti tempe dan kombucha.

- Sayur-sayuran seperti brokoli dan kangkung.

- Rempah-rempah seperti kunyit, jahe, dan kayu manis.

- Minuman seperti kopi dan teh hijau.

Pangan fungsional modifikasi adalah pangan fungsional yang telah mengalami penambahan nutrisi untuk meningkatkan manfaat kesehatan terhadap tubuh. Contoh dari pangan fungsional modifikasi diantaranya:

- Susu yang diperkaya dengan kalsium.

- Roti dan pasta yang ditambahkan zat besi.

- Jus kemasan yang ditambahkan vitamin C.

- Yogurt yang diperkaya dengan vitamin D.

- Sereal yang diperkaya dengan vitamin B12.

Manfaat dari Pangan Fungsional

Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari mengonsumsi pangan fungsional:3

- Mencegah kekurangan nutrisi. Pangan fungsional kaya nutrisi penting seperti vitamin dan mineral sehingga konsumsi rutin dapat membantu mencegah kekurangan nutrisi.

- Melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Pangan fungsional mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dan membantu mencegah kerusakan sel. Beberapa pangan fungsional juga kaya akan asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk meningkatkan fungsi otak, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kesehatan jantung.

- Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pangan fungsional mengandung nutrisi penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, seperti asam lemak omega-3, zat besi, zinc, kalsium, dan vitamin B12.

Pangan fungsional merupakan sajian dengan kandungan gizi yang baik untuk mencegah dan memulihkan diri dari berbagai penyakit. Meski begitu, asupan gizi seimbang tetap perlu dijaga agar kesehatan tubuh terjaga.

Referensi:

1. Asri Puspita Wardhani. Peranan Pangan Fungsional dalam Meningkatkan Imunitas Tubuh. Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang. Terakhir ditinjau: 2 Mei 2024. Tersedia di: https://bbppbinuang.bppsdmp.pertanian.go.id/artikel/peranan-pangan-fungsional-dalam-meningkatkan-imunitas-tubuh

2. Meva Nareza T. Mengenal Makanan Fungsional dan Beragam Manfaatnya bagi Tubuh. Alodokter. Terakhir ditinjau: 1 November 2024. Tersedia di: https://www.alodokter.com/mengenal-makanan-fungsional-dan-beragam-manfaatnya-bagi-tubuh