
HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) adalah penyakit dimana sistem kekebalan tubuh sangat lemah akibat infeksi HIV sehingga tubuh rentan terhadap infeksi dan berbagai penyakit serius. Jika tidak diobati, HIV dapat berkembang menjadi AIDS.1
Menurut data yang diperoleh dari Joint United Nations Programme on HIV and AIDS atau UNAIDS, terdapat 38,4 juta (33,9 juta hingga 43,8 juta) orang di seluruh dunia hidup dengan HIV pada tahun 2021. 2 Untuk kondisi di Indonesia, berdasarkan data WHO yang dikutip dalam Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, pada tahun 2019, jumlah kasus HIV dan AIDS mencapai 50.282. Terdapat peningkatan total penderita HIV yang tersebar di seluruh provinsi mencapai 522.674 orang hingga Juni 2022. Dengan demikian terdapat peningkatan persentase kasus sebesar 13 % dalam 3 tahun. 3
HIV dan AIDS ditularkan melalui cairan tubuh, seperti darah, air susu ibu (ASI), cairan yang dikeluarkan oleh organ reproduksi. Biasanya terjadi akibat aktivitas seksual (homoseksual dan heteroseksual tanpa kondom), penggunaan jarum suntik berulang dan bergantian (dilakukan dengan menggunakan zat terlarang), serta ibu hamil dan menyusui.3
Penting untuk mengenali tanda-tanda awal infeksi HIV agar dapat segera mendapat pengobatan yang tepat. Beberapa tanda umum gejala HIV yang muncul pada tahap awal adalah:1,3,4
1. Demam
2. Sakit kepala
3. Kelelahan
4. Nyeri otot
5. Kehilangan berat badan secara perlahan
6. Pembengkakan kelenjar getah bening di tenggorokan, ketiak, atau pangkal paha
Infeksi HIV biasanya membutuhkan waktu 2 hingga 15 tahun untuk menimbulkan gejala. Jika infeksi virus HIV dibiarkan berkembang, kondisi ini bisa berubah semakin parah menjadi AIDS. 4
Berikut ini adalah berbagai gejala penyakit AIDS yang dapat muncul: 1,3,4
1. Sariawan yang ditandai dengan adanya lapisan putih dan tebal pada lidah atau mulut
2. Infeksi jamur vagina yang parah atau berulang
3. Penurunan berat badan lebih dari 5 kg yang bukan disebabkan oleh olahraga atau diet
4. Diare yang lebih sering
5. Sering demam dan berkeringat di malam hari
6. Sering merasa sesak napas
7. Perdarahan dari kulit, mulut, hidung, anus, atau vagina tanpa sebab tertentu
8. Ruam kulit yang sering terjadi
Oleh karena itu, untuk menghindari penyakit ini, terapkanlah pola hidup sehat dan cegah penularannya dengan cara: 3
1. Tidak melakukan hubungan seks berisiko, seperti berganti-ganti pasangan, tidak menggunakan kondom
2. Menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian. Maka dari itu, jarum suntik harus dalam keadaan steril dan sekali pakai
3. Mencari informasi mengenai HIV dan AIDS dengan tepat dan benar di fasilitas kesehatan
Referensi :
- 1. Yayasan KNCV Indonesia. 2023. Mengenal HIV dan AIDS serta Tanda-tanda Gejalanya. https://ayosehat.kemkes.go.id/mengenal-hiv-dan-aids-serta-tanda-tanda-gejalanya
- 2. Rizal Fadli. 2022. Hari AIDS Sedunia: Menilik HIV dan AIDS dalam Angka. https://www.halodoc.com/artikel/hari-aids-sedunia-menilik-hiv-dan-aids-dalam-angka
- 3. Tim Mitra Keluarga. 2022.Ketahui Perbedaan HIV dan AIDS, serta Cara Pengobatannya. https://www.mitrakeluarga.com/artikel/perbedaan-hiv-dan-aids
- 4. Widya Citra Andini. 2022. HIV dan AIDS. https://hellosehat.com/seks/hivaids/penyakit-hiv-aids/
Sumber Gambar : https://www.alodokter.com/hiv-aids