.jpg)
Tidur merupakan suatu keadaan berkurangnya tanggapan dan interaksi dengan lingkungan yang bersifat reversibel dan berlangsung cepat. Jumlah dan lama tidur bervariasi menurut usia bayi dan anak. Semakin besar anak maka kebutuhan tidur semakin berkurang. Tidur terdiri atas dua komponen, yaitu rapid eye movement (REM) dan non rapid eye movement non-REM) yang terjadi secara bergantian yang membentuk suatu siklus tidur. Tidur memiliki beberapa fungsi, di antaranya, menyimpan energi, adaptasi, dan konsolidasi memori. Penelitian juga menyebutkan bahwa tidur bermanfaat dalam regulasi emosi. Gangguan tidur berhubungan dengan status emosi dan tingkah laku pada anak dan remaja.
Gangguan tidur pada anak jarang didiagnosis secara dini karena pemahaman orang tua yang kurang mengenai kebutuhan tidur seorang anak. Penelitian di Beijing menyebutkan prevalensi gangguan tidur pada anak usia 2-6 tahun 23,5%. Perubahan fisiologis, dan sosial yang signifikan terjadi selama masa kanak-kanak dan masa remaja termasuk perubahan siklus sistem tidur yang mengatur durasi tidur dan waktu. Durasi tidur menurun seiring perkembangan berlangsung, dari sekitar 14,5 jam usia 6 bulan sampai 8 jam pada usia 16 tahun. Perubahan pola tidur ini di seluruh perkembangan, terutama di konteks masalah kesehatan mental, bisa jadi sulit bagi sebagian remaja.
Efek potensial pada kesehatan fisik juga merusak, termasuk risiko kardiovaskular, fungsi kekebalan yang terganggu dan perubahan metabolik seperti resistensi insulin, yang dapat bertahan sampai dewasa tanpa adanya pengobatan.
Remaja datang dengan keluhan utama insomnia (didefinisikan sebagai kesulitan memulai/mempertahankan tidur) banyak pasien psikiatri dewasa melaporkan bahwa masalah tidur mereka berasal dari masa kanak-kanak.
Secara umum, banyak ketakutan masa kanak-kanak nonklinis (misalnya, monster di bawah tempat tidur, kegelapan) dikaitkan dengan kehadiran dari gangguan tidur sementara. Masalah-masalah ini sebagian besar sesuai dengan perkembangan dan terjadi pada sebagian besar anak-anak.
Asosiasi dan hubungan antara pengaturan tidur, emosi dan perilaku selama perkembangan awal sangat mencolok dan kompleks. Secara keseluruhan, hubungan timbal balik ini menyarankan bahwa:
- Gangguan kejiwaan masa kanak-kanak dapat menyebabkan atau memperburuk masalah tidur
- Tidur yang tidak cukup atau terganggu dapat mengganggu kemampuan anak untuk mengatur emosi dan perilaku dan menyebabkan masalah dan gangguan kesehatan mental
Penilaian harus menggabungkan penggunaan beberapa informan (anak-anak, orang tua, dokter anak) dan metode (wawancara klinis, buku harian tidur, kuesioner) dan mempertimbangkan hubungan timbal balik hubungan antara perilaku malam hari dan siang hari. Dalam beberapa kasus, tidur dapat membaik dengan pengobatan psikiatri yang memadai, sedangkan pada orang lain, gangguan tidur dapat bertahan bahkan dalam adanya perbaikan lain.
Berdasarkan penelitian di Cina di sebutkan bahwa faktor risiko yang berpengaruh secara bermakna terhadap gangguan tidur pada anak adalah paparan elektronik, seperti televisi, komputer atau internet, jam tidur orang tua yang pendek dan tidak diterapkannya sleep hygiene yang baik pada anak. Sleep hygiene meliputi penerapan jam tidur anak, penggunaan lampu teduh ketika tidur malam, menjaga kebersihan tempat tidur dan tidak menempatkan barang elektronik di dalam kamar.
Gangguan tidur berhubungan dengan status emosi dan tingkah laku pada anak dan remaja. Orang tua harus menjaga kualitas tidur anak yang cukup dan berkualitas untuk meningkatkan konsentrasi dan produktivitas. Tak heran, orang yang kualitas tidurnya buruk cenderung kurang produktif dan memiliki daya ingat yang lebih buruk dari pada orang yang cukup tidur. Kualitas tidur dapat diperoleh dengan memperhatikan cara tidur, lingkungan tidur, serta kenyamanan dan pola tidurnya. Durasi tidur pendek juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kenaikan berat badan dan obesitas pada anak-anak hingga orang dewasa.
Sumber Artikel :
Amin RS, Kimball TR, Bean JA, Jeffries JL, Willging JP, Cotton RT, et al. Left ventricular hypertrophy and abnormal ventricular geometry in children and adolescents with obstructive sleep apnea. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine
Ivanenko A, Barnes M, Crabtree V, Gozal D. Psychiatric symptoms in children with insomnia referred to a pediatric sleep medicine center. Sleep Medicine
Kahn A, Van de Merckt C, Rebuffat E, Mozin MJ, Sottiaux M, Blum D, et al. Sleep problems in healthy preadolescents. Pediatrics
McLaughlin-Crabtree, V.; Witcher, LA. Impact of sleep loss on children and adolescents. In: Ivanenko, A., editor. Sleep and Psychiatric Disorders in Children and Adolescents. New York, NY: Informa Healthcare
Sumber Gambar:
http://clipart-library.com/clipart/865047.htm