Adalah gangguan kelainan yang disebabkan oleh system saraf pada otak yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk merencanakan dan memproses keterampilan motoric halus dan kasar dan berkoordinasi. Meskipun demikian hal ini tidak mempengaruhi tingkat kecerdasan.

Individu dengan dyspraxia sering memiliki masalah bahasa, dan terkadang tingkat kesulitan dengan pemikiran dan persepsi.

Menurut ahli, sekitar 10% dari populasi manusia memiliki dyspraxia dan 2% yang tergolong DCD parah. 80% kondisi ini lebih banyak ditemukan pada laki-laki.

Gejala dyspraxia bervariasi sesuai dengan tingkat umur penderita. Beberapa yang menjadi gejala umum diantaranya adalah : keseimbangan yang tidak baik, ceroboh, kelelahan, kecanggungan, perbedaan ucapan, tidak percaya diri, koordinasi yang tidak baik tangan – mata, kesulitan mengingat dan mengikuti instruksi, kesulitan menulis.

Penyebab dyspraxia sampai dengan saat ini belum dapat dipastikan. Menurut Ahli dari beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan dengan proses perkembangan saraf neuron di otak yang tidak benar sehingga mempengaruhi otak untuk mengirimkan pesan ke tubuh.

Adapun hal yang dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami dyspraxia adalah :

  1. Kelahiran premature, yaitu kelahiran di usia kehamilan belum mencapai 37 minggu
  2. Lahir dengan berat badan rendah
  3. Memiliki Riwayat kesehatan dari keluarga yang mengalami dyspraxia atau gangguan koordinasi
  4. Ibu yang memiliki kebiasaan merokok, minuman beralkohol dan narkoba di masa kehamilan

Untuk melakukan diagnosa terhadap dyspraxia, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan dan tanya jawab kepada orang tua terhadap gejala, perkembangan penderita, riwayat kesehatan dan keterampilan pada motorik halus dan kasar, serta kesehatan mental.

Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan Antropometri untuk menilai pertumbuhan penderita, Denver Scoring untuk menilai perkembangan penderita bisa melalui melakukan gerakan melompat, menggambar, menulis, menyusun balok dan gerakan sederhana lainnya.

Pengobatan untuk dyspraxia, meskipun tidak dapat disembuhkan dan tidak ada obat tetapi dengan pemberian terapi yang tepat, penderita dapat mengelola gejala dan meningkatkan kemampuannya. Dan pemberian pengobatan dapat dilakukan oleh spesialis : Terapis Okupasi, Terapi wicara dan Bahasa, Pelatihan motorik persepsi, Terapis fisik, Terapi kuda, Aktif bermain, Analis perilaku dan Psikolog.

Dokter akan menganjurkan bagi orangtua dan keluarga serta termasuk guru dan pengasuh diperlukan untuk mendapatkan pengertian terhadap penyakit ini sehingga dapat secara terus-menerus menstimulasi penderita untuk bisa mengatasi hambatan yang dialami dan mengejar keterlambatannya.

Hal ini sangat penting dikarenakan untuk menghindari penderita mengalami komplikasi seperti pada kondisi sulit bersosialisasi, mengalami perundungan, menderita gangguan perilaku, tidak percaya diri, tingkat emosional yang tinggi, fobia, atau obsesif kompulsif.

 

Sumber tulisan :

  1. https://www.medicalnewstoday.com/articles/151951
  2. https://www.klikdokter.com/penyakit/dyspraxia
  3. https://www.healthline.com/health/dyspraxia#summary
  4. https://www.alodokter.com/dyspraxia

 

Sumber gambar :

https://allin.guide/blog/just-use-the-less-cute-velcro-shoes-developmental-coordination-disorder/