Glaukoma dikenal sebagai “pencuri penglihatan” karena berkembang perlahan tanpa gejala awal yang jelas hingga menyebabkan kerusakan permanen pada saraf optik. Menurut Kementerian Kesehatan RI dan WHO, glaukoma merupakan penyebab kebutaan permanen terbesar kedua di dunia setelah katarak, dengan sekitar 80 juta penderita secara global.

Apa Itu Glaukoma?

Glaukoma adalah penyakit mata akibat kerusakan saraf optik yang menyebabkan penyempitan lapang pandang hingga kebutaan permanen. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan peningkatan tekanan bola mata, meskipun dapat terjadi pada tekanan normal. Glaukoma lebih sering terjadi pada usia di atas 60 tahun dan sering baru terdeteksi saat kondisi sudah lanjut karena minim gejala awal.

Penyebab Glaukoma

Di dalam mata terdapat cairan aqueous humor yang menjaga tekanan dan nutrisi mata. Gangguan aliran cairan ini menyebabkan peningkatan tekanan bola mata yang secara bertahap merusak saraf optik. Akibatnya, penglihatan tepi menghilang (tunnel vision) dan dapat berlanjut menjadi kebutaan total jika tidak ditangani.

Jenis-Jenis Glaukoma

Glaukoma dibagi menjadi beberapa jenis utama:

1. Sudut terbuka: paling umum, berkembang perlahan tanpa gejala awal.

2. Sudut tertutup (akut): terjadi mendadak disertai nyeri hebat, mata merah, penglihatan buram, mual, dan muntah; merupakan kondisi darurat.

3. Sekunder: akibat penyakit atau kondisi lain seperti diabetes, cedera mata, atau penggunaan steroid.

4. Kongenital: terjadi sejak lahir akibat kelainan perkembangan mata.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Glaukoma sering tidak bergejala pada tahap awal. Tanda yang dapat muncul antara lain:

- Penglihatan kabur atau menyempit di tepi

- Nyeri mata atau sakit kepala

- Mata merah, sensitif cahaya, muncul halo

- Mual dan muntah (pada glaukoma akut)

Faktor Risiko

Risiko glaukoma meningkat pada individu dengan:

- Usia >40 tahun (terutama >60 tahun)

- Riwayat keluarga glaukoma

- Diabetes, hipertensi, dan migrain

- Penggunaan steroid jangka panjang

- Riwayat cedera mata

- Ras Asia dan Afrika

Pengobatan GlaukomaBottom of Form

Kerusakan akibat glaukoma bersifat permanen, namun progresivitasnya dapat diperlambat melalui:

- Obat tetes mata

- Terapi laser

- Operasi mata

- Infus manitol pada kondisi darurat

Pencegahan dan Deteksi Dini

Upaya pencegahan glaukoma meliput:

- Pemeriksaan mata rutin sesuai usia

- Olahraga ringan secara teratur

- Pola makan bergizi dan seimbang

- Membatasi kafein dan garam

- Istirahat cukup dan melindungi mata dari cedera.

Referensi:

1. Azhar, F. Glaukoma. Halodoc. 27 Oktober 2025. Tersedia di: https://www.halodoc.com/kesehatan/glaukoma

2. Patricia, AG. Mengenal Glaukoma: Si Pencuri Penglihatan Diam-Diam. RS Mata Smec. 11 Agustus 2025. https://rsmatasmec.com/news/mengenal-glaukoma-si-pencuri-penglihatan-diam-diam

3. Wulandari, P. Kenali Gejala Serta Tips Mencegah Glaukoma di Usia Muda. Kementerian Kesehatan. 26 Oktober 2023. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2892/kenali-gejala-serta-tips-mencegah-glaukoma-di-usia-muda