Sejak kasus pertama di Indonesia diumumkan pada awal Maret 2020 lalu, pandemi Covid-19 di Indonesia masih berlangsung hingga saat ini dan belum dapat dipastikan kapan akan berakhir. Mewabahnya Covid-19 hampir di seluruh daerah di Indonesia secara otomatis mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Perubahan tersebut tidak hanya dialami oleh orang dewasa tetapi juga dialami oleh remaja dan anak-anak. Adanya penerapan PSBB secara umum dan beberapa kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah guna mengurangi penyebaran wabah Covid-19 menyebabkan masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah, termasuk anak-anak dan remaja yang akhirnya menghabiskan waktunya lebih banyak di rumah karena kegiatan pembelajaran dan perkuliahan dilakukan secara online atau daring.
Kondisi tersebut turut mempengaruhi kondisi psikologis masyarakat. Dikutip dari International Journal of Medicine, berbagai hasil studi menunjukkan bahwa terdapat berbagai bentuk respon masyarakat terhadap adanya pandemi Covid-19. Sebagian besar masyarakat merasa ketakutan terhadap adanya pandemi Covid-19, baik ketakutan akan tertular maupun ketakutan menularkan Virus Corona kepada orang lain. Sebagian lainnya merasa cemas, frustrasi dan bosan, bahkan kesepian.
Senada dengan hal tersebut, hasil penelitian yang dilakukan oleh Livana dkk. yang dimuat dalam Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa terhadap 1.129 mahasiswa di seluruh provinsi di Indonesia, menunjukkan bahwa 70.29 % mahasiswa mengalami stress karena tugas pembelajaran, 57,8 % mengalami stress karena bosan di rumah saja, 35,8 % mengalami stress karena tidak dapat melakukan hobby seperti biasa, serta 40, 2 % mengalami stress karena tidak dapat bertemu dengan orang-orang yang disayangi.
Dalam jurnal Frontiers in Immunology (2019), disebutkan bahwa kondisi stress yang tidak segera ditangani dapat terjadi berkepanjangan bahkan kronis, sehingga mempengaruhi sistem imunitas tubuh. Padahal, salah satu upaya untuk mencegah dan melawan Covid-19 adalah dengan menjaga agar sistem imunitas tubuh tetap dalam kondisi yang baik. Jika demikian, bagaimana sebaiknya respon kita terhadap adanya pandemi Covid-19?
Pertama, tetaplah positif, positif secara emosi dan bersikap terhadap adanya pandemi Covid-19. Dikutip dari International Journal of Mental Health and Addiction, sikap positif dapat membuat seseorang senantiasa optimis dan merasa baik. Sikap positif juga dapat membantu membuka pikiran dan menyehatkan mental seseorang, serta membantu seseorang menemukan potensi dalam dirinya, bahkan dapat memperbaiki hubungan antar individu, serta baik untuk sistem imunitas tubuh. Oleh sebab itu, tetaplah positif supaya sistem imunitas tubuh tetap baik, yakinlah bahwa pandemi ini akan segera berlalu dan dapat terlewati dengan baik.
Kedua, tetaplah aktif. Membuat tubuh tetap aktif dapat dilakukan dengan berolahraga atau melakukan kegiatan fisik. Dikutip dari Jurnal Sport Medicine and Health Science, olahraga dan aktivitas fisik dapat menyehatkan organ jantung dan pernafasan, serta memperpanjang usia. Olahraga yang disarankan yaitu olahraga dengan intensitas ringan, misalnya lari atau bersepeda selama 20 menit, dan jalan cepat, sedangkan kegiatan fisik yang disarankan yaitu berkebun atau membersihkan lingkungan tempat tinggal. Tetap perhatikan untuk menjaga jarak fisik (± 2 meter) apabila berolahraga di tempat terbuka dan ramai. Hindari untuk berolahraga ketika dalam kondisi tubuh yang tidak sehat atau terinfeksi SARS-CoV-2, mulailah berolahraga kembali apabila kondisi tubuh telah sehat.
Semangat lawan Corona: tetap positif, tetap aktif, kita pasti bisa melewati masa pandemi ini dengan baik.
(Medical Affairs/DP)
Sumber Artikel:
Serafini, G., et all. The psychological impact of COVID-19 on the mental health in the general population. QJM: An International Journal of Medicine, 2020, 529–535.
PH, Livana, et all. “Tugas Pembelajaran” Penyebab Stres Mahasiswa Selama Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 2020, 3 (2): 203 – 208.
Bae, YS., et all. Editorial: Stress and Immunity. Frontiers in Immunology, 2019:10.
Bakioğlu, F., et all. Fear of COVID-19 and Positivity: Mediating Role of Intolerance of Uncertainty, Depression, Anxiety, and Stress. International Journal of Mental Health and Addiction, 2020.
Woods, JA., et all. The COVID-19 pandemic and physical activity. Sports Medicine and Health Science 2 (2020) 55–64.
Sumber Gambar:
https://cdn.successconsciousness.com