Sejak pertama kali diidentifikasi pada akhir tahun 2019 dan mulai menyebar ke berbagai belahan dunia pada awal tahun 2020, jumlah pasien Covid-19 di seluruh dunia masih mengalami peningkatan. Per 4 Oktober 2020 jumlah kasus Covid-19 di dunia mencapai > 34 juta kasus dengan tingkat kematian mencapai > 1 juta kasus. Di Indonesia sendiri, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per 28 Oktober 2020 mencapai 396, 454 kasus dengan tingkat kematian sejumlah 13, 512 kasus.

Seiring dengan peningkatan kasus Covid-19 yang masih terjadi, para ilmuwan di berbagai negara sedang berusaha untuk menemukan vaksin virus corona (SARS-CoV-2). Vaksin bekerja dengan melatih dan mempersiapkan sistem imunitas tubuh untuk mengenali dan melawan virus atau bakteri yang menjadi target dari vaksin tersebut. Sistem imunitas tubuh yang telah terlatih akan segera memusnahkan bakteri atau virus penyebab penyakit ketika tubuh terpapar oleh virus atau bakteri tersebut, sehingga timbulnya penyakit dapat dicegah.

Vaksin  dibuat dengan menggunakan beberapa cara, diantaranya menggunakan virus yang dilemahkan, menggunakan virus yang tidak aktif, dan menggunakan subunit protein virus atau bakteri. Vaksin juga dapat dibuat dengan menggunakan sel inang untuk mengekspresikan antigen virus (teknologi rekombinan), menggunakan fragmen sintesis dari antigen virus (teknologi peptida), dan menggunakan replikasi atau non-replikasi perantara/vector virus, serta menggunakan sandi atau coding RNA atau DNA protein virus (teknologi asam nukleat). Vaksin virus corona yang sedang dikembangkan umumnya menggunakan teknologi peptida dan teknologi asam nukleat. Keuntungan dari kedua teknologi tersebut adalah dapat dikembangkan dengan cepat dan menimbulkan kekebalan sel yang kuat.

Beberapa karakteristik vaksin virus corona yang ideal berdasarkan karakteristik yang ditetapkan oleh WHO yaitu luar biasa aman digunakan pada berbagai kelompok populasi misalnya populasi anak-anak, orang tua, wanita hamil. Vaksin virus corona yang ideal juga tidak menimbulkan kontraindikasi, memiliki efek samping minimal yang ringan dan sementara, sesuai untuk digunakan pada semua umur, menimbulkan proteksi kekebalan  (idealnya setelah dosis tunggal), menimbulkan proteksi kekebalan dengan cepat (biasanya 2 minggu), dapat diproduksi massal secara cepat, stabil pada suhu ruang, dapat digunakan dengan mekanisme yang mudah atau tidak mengharuskan pelatihan terlebih dahulu kepada para tenaga medis, dan berpotensi untuk digunakan bersama dengan vaksin lain, serta beberapa karakteristik lainnya.

Terdapat kurang lebih 100 kandidat vaksin virus corona yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan, beberapa diantaranya sedang diujicobakan pada manusia. Terdapat  satu vaksin yang telah dilisensikan oleh China, 3 vaksin sedang dalam percobaan tahap 3, 8 vaksin sedang dalam percobaan tahap 2, 11 vaksin sedang dalam percobaan tahap 1, dan yang lainnya masih dalam studi praklinis. Diharapkan, dengan ditemukannya vaksin virus corona nantinya, penyebaran covid-19 dapat dihentikan dan semakin banyak nyawa yang dapat diselamatkan dari paparan virus corona.

 

#Tetap pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan

 

 

(Medical Affairs/AS)

 

Sumber Literatur:

https://www.who.int/

https://covid19.go.id/

Poland, GA., et all. SARS-CoV-2 Vaccine Development: Current Status. Mayo Clin Proc. 2020;95(10):2172-2188

 

Sumber Gambar:

https://www.euractiv.com/section/coronavirus/news/oxford-coronavirus-vaccine-safe-and-effective-study-suggests/