Kondisi ini menyebabkan terbatasnya pergerakan bahu hingga terkadang tidak dapat digerakkan sama sekali. Frozen shoulder dapat terjadi setelah cedera atau karena gerakan berlebihan atau dari penyakit seperti diabetes atau stroke.

Frozen shoulder disebabkan oleh menebalnya jaringan yang membentuk kapsul pelindung, yang kemudian menempel erat di sekitar sendi bahu. Kondisi ini kemudian menyebabkan terganggunya pergerakan bahu. Jaringan yang menebal tersebut diperkirakan jaringan yang menyerupai jaringan parut.

Frozen shoulder memiliki tiga gejala yang dapat dirasakan oleh penderitanya, yakni tahap freezing, frozen dan thawing  Tahap freezing adalah ketika bahu mulai merasakan nyeri di tiap pergerakan dan pergerakan bahu mulai mengalami keterbatasan. Kemudian untuk tahap frozen adalah saat rasa nyeri mulai tampak berkurang, namun bahu menjadi makin kaku atau tegang sehingga sulit untuk digerakkan. Thawing, ketika jangkauan gerakan dan kondisi bahu membaik. Periode ini biasanya berlangsung selama 1 - 3 tahun.

Pengobatan frozen shoulder dapat dilakukan dengan memberikan obat anti-inflamasi non steroid (NSAID) atau memberikan energi panas ke daerah yang terkena dan diikuti oleh peregangan lembut. Es dan obat-obatan (termasuk suntikan kortikosteroid) dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Sedangkan tindakan operasi dapat dilakukan untuk mengangkat jaringan parut dan jaringan yang saling merekat dari dalam sendi bahu.

 

Sumber:

Journal Of Musculoskeletal Pain, Vol. 22(3): 308–313, 2014

Gambar:

www.rechargesportsinjury.com